
Ada kata-kata Calya yang sering membuat aku dan ayahnya geli campur terpingkal-pingkal.
Layaknya balita seumuran dia, umur Calya saat ini merupakan umur yang kata orang sedang di puncak usil-usilnya. Ada banyak tingkah dia yang bikin tertawa dan tersenyum, namun tak kurang pula tingkahnya yang bikin "sungut" kami, kedua orangtuanya, keluar semua. Nah, salah satu tingkah dia yang merupakan gabungan ketiganya adalah senangnya dia mengganggu aku, bundanya. Entah yang tiba-tiba nemplok di pangkuanku kala aku sedang asyik di depan komputer, narik-narik rambutku, atau tiba-tiba menduduki perutku kala aku sedang tidur-tiduran. Kalau sudah seperti itu, langsung aku bilang, "Calya, jangan ganggu bunda dong...". Namun kata-kata itu saja tidak cukup untuk menghentikan tingkahnya, malah kadang dia semakin menjadi-jadi. Kalau sudah begitu tibalah saat bagi ayahnya untuk turun tangan, ganti menasehati dia, "Calya, jangan ganggu bunda. Kasihan istri ayah jadi kesakitan ". Nah, mau tau apa jawaban si Calya umbit ? Ini nih...
"Bunda tu bukan istrinya ayah...bunda tu istrinya Calya ".
Hwaa.....sejak kapan diriku jadi istrimu, nak....??