Sama kayak Gege yang kejatuhan rejeki nomplok di awal Ramadhan lalu, rupanya sang dewi fortuna bersedia pula untuk singgah ke negeri sakura. Tepatnya di sebuah kota kecil di Jepang Timur, di kota yang berjuluk Ami. Dan lebih tepatnya lagi di sebuah bangunan dengan nama M.G Haitsu, pada sebuah pintu yang bernomor 201. Halah....panjang banget sih intronya hihihihi. Intinya mah mau bilang, Alhamdulillah, ramadhan tahun ini kami mendapat rejeki yang tak disangka-sangka (namun diharap-harap...kikikik...).Rejeki pertama datang dari Timur Tengah (wihh...jauh ya...), dibawa oleh Mbak Liza. Pada suatu malam, pas buka email, kok ada email yang bertitel "dari ummi-nya Iman" di inbox-ku. Wah, ternyata "senggolanku" dulu ditanggapi serius nih sama Mbak Liza. Yah, dikasih purezento siapa yang nolak, ya nggak? Mau tau apa
purezento dari ummi-nya Iman ini?. Ya ini nih, tampilan baru blog-ku. Seger kan? Bagus kan? Dua jempol tangan (mau majuin jempol kaki juga kok kayae gak sopan ya hihihihi) dan banyak terimakasih untuk Mbak Liza deh.Rejeki kedua, datangnya ga jauh2, masih dari Jepang juga, dari tetangga aja. Hari kamis minggu yang lalu, sehabis buka puasa suamiku ditelpon oleh Mone-san. Beliau ini adalah kepala perpustaan di Ibadai Nogakubu (School of Agriculture-nya Ibaraki University), tempat suamiku menimba ilmu sekarang ini. Kebetulan beliau pernah tinggal beberapa tahun di Indonesia, mengikuti suaminya yang bertugas di Jakarta. Bahasa Indonesia-nya pun masih lancar. Si ibu ini nanya, hari minggu depan (maksudnya tanggal 1 oktober kemarin) kami ada di rumah tidak. Kalo ada beliau mau ke rumah, ngantar beras hasil panen sawahnya. Alhamdulillah...kalo rejeki mah ga akan kemana. Kebetulan stok beras di rumah sudah menipis. Dan aku sedang berencana mau beli beras "yang bagus", itung-itung memanjakan lidah diri dan keluarga mumpung sedang puasa. Secara selama ini kami makan nasi dari beras yang "biasa-biasa" aja, disesuaikan dengan kantong mahasiswa. Maklum, harga beras di Jepang kan engga murah...hehehehe. Ehh, ternyata belum sempat beli malah berasnya datang sendiri. Lima puluh kilo lagi. Itupun masih ditambah sekardus besar buah nashi/pir Jepang. Alhamdulillah.....arigatou gozaimashita, Mone-san. Kalo nanti panen lagi, jangan kapok-kapok ngirimi kami lagi ya....hihihihi.