Seperti biasa, setelah makan malam si ayah balik lagi ke kampus sementara Calya dan bunda meneruskan bermain sambil ngemil dan nonton TV. Kebetulan malam ini ada acara mengenai kehidupan profesi seseorang dimana yang jadi topik saat itu adalah (kalau tidak salah) profesi sebagai bidan. Bunda engga lihat dari awal sih, karena disambi sana-sini. Yang lihat dari awal malah Calya. Pas bunda lagi di dapur Calya teriak manggil-manggil bunda, "Bunda...bunda...ada akachan (bayi), kawaii (lucu)." Bunda cuma ya-ya saja karena sambil masuk-masukin baju kotor ke mesin cuci. Ternyata pas masuk ke ruang TV sedang diputar acara (semacam) bedah profesi itu tadi. Benar-benar digambarkan bagaimana pekerjaan seorang bidan membantu kelahiran bayi (bidan yang di TV itu sepertinya buka praktek di rumah....kayak di Indonesia aja ya). Termasuk diperlihatkan pula saat-saat kelahiran bayi, benar-benar nyata, mulai dari si ibu yang mengerang-erang menahan sakit sampai si bayi yang keluar dari (maaf) kemaluan sang ibu (tapi bagian "itu"nya engga terlihat lo, cuma kepala bayi aja). Bunda saja sampai ngeri dan merinding melihatnya. Mau ta ganti channel-nya, tapi malah sama Calya dilarang. Dia terlihat amazed banget melihat proses kelahiran seorang bayi. Dari bertanya kenapa ada orang gede (maksudnya si ibu yang melahirkan) kok menangis, adeknya kok kayak begitu rupanya (tau sendiri kan gimana kondisi bayi yang bener-bener gres baru lahir dan belum dibersihkan), adeknya keluar dari mana, dari tempat oshiko (maksudnya tempat pipis) atau tempat unchi (tempat pup). Pokoke benar-benar bikin bunda kelabakan bingung ngejawabnya. Dan ketika bunda terangin bahwa dulu Calya waktu lahir ya kayak gitu, terjadi dialog :
Calya : "Tapi engga sakit kan bunda?"
Bunda : " Ya sakit..."
Calya : "Tapi bunda engga nangis kayak mamanya akachan kan?" (maksudnya yang di TV)
Bunda : "Engga".
Calya : "Nanti kalau Calya punya adik bunda jangan nangis ya, kan bunda sudah gede".
Hehehe...anak-anak, komentarnya lucu-lucu dan sering tidak terduga....