Sebelumnya aku mau minta maaf sama teman-teman yang sudah mampir ke sini tapi terpaksa harus menelan kekecewaan karena lama tidak menjumpai postingan baru (huuuu....geer). Dibilang sibuk ya sibuk, dibilang engga ya engga. Hari gini mana ada orang yang engga sibuk, minimal sibuk dengan dirinya sendirilah. Iya nggak....??? Sebenarnya jadwalku engga banyak berubah, pagi jam 08.30 berangkat ke tempat baito, sampai rumah lagi sekitar jam 15.15 (kadang lebih cepat). Habis itu beberes dan masak sambil nunggu anak dan suami pulang dilanjutkan dengan makan malam, ngobrol, dan main bertiga. Kalau persediaan bahan pangan habis ya belanja. Hmm....sudah rutin sih sebenarnya, hanya bedanya kalau kemarin-kemarin aku masih betah melek sampai jam 12 malam, pasca ramadhan ini si mata engga bisa diajak kerjasama. Pengaruh hawa yang semakin dingin kali ya, sehingga bawaannya pengen cepet-cepet meringkuk di balik selimut. Jadi seringnya habis ngeloni Calya aku ikutan tidur juga. Padahal saat-saat ideal buat ngeblog ya setelah Calya tidur. Begitu teman-teman, kenapa sekarang aku semakin jarang posting. Maafkan daku ya....ini juga sedang berusaha mengembalikan lagi semangat ngeblog nih....sambil berpacu melawan rasa dingin hehehehe.
Kembali ke judul di atas, postingan kali ini aku ingin bercerita tentang jalan-jalan ke Yokohama hari minggu 12 November lalu. Sebenarnya sudah lama kepengen ke Yokohama-nya. Sudah sejak musim panas lalu. Tapi karena di musim panas lalu si ayah ada summer course di Thailand selama 2 minggu, harus nunggu nih. Eehhh pas ayah sudah balik ke Jepang lagi ternyata cuaca lagi panas-panasnya. Tertunda lagi deh, nunggu agak adem dikit. Nah, pas sudah mulai adem ternyata sudah masuk bulan ramadhan. Batal lagi. Engga asyik kan jalan-jalan sambil puasa. Akhirnya baru bisa nemu hari yang pas ya minggu kemarin itu, kebetulan tenki (cuaca)-nya juga mendukung.
Dari Ami berangkat sekitar jam 08.15 dengan highway bus menuju Tokyo Eki. Begitu masuk tol Calya langsung tidur, kebetulan hari itu dia bangun lumayan pagi, jadi mungkin masih ngantuk. Tapi bagus nak, mengumpulkan tenaga untuk jalan-jalan hihihihi. Sampai di Tokyo Eki sekitar jam 09.30, langsung tertatih-tatih nyari toilet. Kebelet pipis banget nih....pernah ngerasain kan gimana rasanya nahan pipis lama? Sebenarnya di dalam bis ada toilet sih, cuma kok engga nyaman banget rasanya pipis di bis. Selesai mengeluarkan hajat, segera beli tiket kereta Keihin Tohoku line menuju Sakuragicho eki, eki pertama setelah Yokohama eki. Dari Tokyo ke Sakuragicho memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Kenapa kami milih turun di Sakuragicho eki dan bukannya di Yokohama eki karena hasil surfing internet sebelumnya menunjukkan kalau pusat cuci mata justru ada di sekitar Sakuragicho. Dan ternyata memang benar, begitu keluar eki langsung nampak bangunan-bangunan landmark-nya Yokohama. Ini dia foto-fotonya.....



Begitu keluar dari eki kami mampir dulu ke bagian informasi, nanya-nanya sedikit dan minta peta wisata Yokohama. Habis itu langsung menuju Landmark Tower-nya Yokohama (latar belakang foto di atas) yang notabene merupakan gedung tertinggi di Jepang dengan ketinggian total 296 m, sedikit di bawah Tokyo Tower yang mempunyai ketinggian 333 m. Di sana kami menuju Sky Garden di lantai 69 dengan menggunakan elevator yang diklaim merupakan yang tercepat di Jepang (750 m/menit). Memang terasa sih cepatnya, mak nyeg (ga tau aku bahasa Indonesia-nya yang tepat apa hehehe) gitu. Untuk bisa menikmati pemandangan di ketinggian 273 m ini dewasa masing-masing harus membayar 1000 yen sementara Calya cukup 200 yen saja. Memang indah sih pemandangannya.....subnahallah.....


Dari Sky Garden kami menuju ke Cosmo World, ke arena bermain anak. Sudah rencana sih, membawa Calya main kesini. Itung-itung hadiah ultah-nya yang ke-4 yang jatuh pada tanggal 2 November lalu. Tapi disana yang main ternyata bukan cuma Calya aja, emaknya juga ikutan nebeng main hahahaha.


Dari Cosmo World kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis 100 yen. Waktu itu pokoknya asal naik bis saja, nanti liat aja pemberhentian terakhir dimana. Kalau ternyata bingung tinggal nyari bis lagi balik ke eki. Inilah enaknya di Jepang, terminal bis dan stasiun kereta letaknya terpadu, jadi kalau kita bingung jalan paling gampang ya nyari stasiun kereta, dari sana tinggal kembali ke posisi awal atau nyari tujuan baru. Dari coba-coba naik bis tadi, ternyata pemberhentian terakhirnya di Akarenga Park. Ya sudah, telanjur basah turun aja sekalian. Tapi karena Akarenga Park ini letaknya tepat di tepi pantai sehingga angin laut yang dingin tak henti-hentinya menerpa, kami cuma sebentar saja disini, cukuplah untuk foto-foto sebentar untuk kemudian naik bis 100 yen lagi.


Dari hasil coba-coba naik bis lagi kami terdampar di Queen's Square. Disana istirahat dan makan siang. Sambil makan ayah nanya mau kemana lagi nih. Masih ada Chinatown yang belum dikunjungi. Tapi berhubung sudah capek dan kami belum sholat, akhirnya diputuskan untuk ke eki dulu nyari tempat sholat. Pas jalan baru sadar ternyata Minato Mirai eki tepat berada di bawah kita. Ya sudah, naik subway ke Yokohama eki, sholat kemudian naik JR Keihin Tohoku line lagi. Tapi kali ini kita langsung ke Ueno kemudian pindah kereta menuju Tsuchiura eki. Selesailah jalan-jalan ke Yokohama-nya.
Ps: buat Mama Aya, iya nih, tiap lewat Kashiwa aku selalu ingat dirimu (ciee...). Kapan-kapan kita harus ketemu nih, deket aja kok...